home » 3 Alasan Akuntansi Publik Utamakan Lembaga Non-Profit
Post : 13-November-2018

3 Alasan Akuntansi Publik Utamakan Lembaga Non-Profit

Pesatnya perkembangan dunia bisnis di Indonesia saat ini telah memunculkan banyak bentuk organisasi dalam kalangan masyarakat yang membutuhkan berbagai macam cabang ilmu. Salah satu cabang ilmu yang sering ditemui dalam dunia bisnis adalah akuntansi. 

Perlu diketahui bahwa akuntansi berperan penting dalam sektor bisnis karena akuntansi berperan dalam memberikan berbagai informasi yang berhubungan dengan segala macam kegiatan keuangan suatu bisnis. Informasi tersebut akan digunakan untuk menilai kinerja dari perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnis. 

Peran akuntansi sebagai sistem informasi dapat dirasakan oleh badan usaha suatu organisasi. Salah satu badan usaha yang ada di Indonesia adalah organisasi nirlaba yang disebut sebagai lembaga non-profit. Artikel kali ini mengulas tentang pengertian akuntansi publik, pengertian organisasi nirlaba beserta 3 alasan akuntansi publik utamakan lembaga non-profit. 

Pengertian Akuntansi Publik

Akuntansi publik dan akuntansi bisnis berasal dari dua hulu yang berbeda, yang membentuk “sungainya” masing-masing. Oleh karena itu, penggunaan kata “sektor” dapat dihilangkan. Hal ini seolah-olah menunjukkan akuntansi publik merupakan cabang dari suatu “dunia” akuntansi yang lebih besar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa akuntansi publik adalah akuntansi yang memiliki hulu sendiri yang terpisah dari hulu akuntansi bisnis. 

Berikut 4 perbedaan akuntansi publik dengan akuntansi bisnis, diantaranya: 

  1. Tujuan akuntansi publik adalah untuk memberikan pelayanan kepada publik tanpa maksimalisasi laba (non-profit oriented). Sedangkan, akuntansi bisnis bertujuan untuk maksimalisasi laba (profit oriented). 
  2. Informasi akuntansi publik tentu berbeda dengan informasi akuntansi bisnis yang dipengaruhi oleh motif pendirian dan sumber pendanaan yang berbeda.
  3. Motivasi dan latar belakang pendirian, cara pencapaian tujuan, dan sumber pendanaan suatu entitas publik yang berbeda dengan entitas bisnis. 
  4. Aspek pengelolaan keuangan dan penganggaran yang meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun analisis laporan keuangan juga berbeda pula. Maka dari itu, semuanya dapat berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan entitas publik dan entitas bisnis. 

Pengertian Organisasi Nirlaba  

Organisasi nirlaba atau organisasi non-profit adalah suatu organisasi yang didirikan dengan aktivitas dan tujuan untuk memberikan jasa atau layanan kepada publik. Meski organisasi nirlaba bertujuan tidak untuk mencari keuntungan, organisasi ini masih sangat membutuhkan akuntansi berisi informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran. Informasi keuangan berisi nilai aset, liabilitas dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi non-profit sehingga setelah periode tertentu dapat ditentukan apakah kegiatan organisasi nirlaba tersebut mendapatkan keuntungan atau kerugian, atau hanya sekedar balik modal.

Organisasi nirlaba meliputi gereja, masjid, panti asuhan, yayasan dana sosial, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh dan sebagainya. 

PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk memfasilitasi seluruh organisasi nirlaba yang menerima sumbangan berupa aset untuk sumber daya dari para anggota maupun para penyumbang lainnya yang tidak mengharapkan imbalan dan hasil apapun dari lembaga tersebut. Menurut PSAK 45, organisasi nirlaba perlu menyusun setidaknya 4 jenis laporan keuangan sebagai berikut: 
  1. Laporan posisi keuangan atau neraca pada akhir periode laporan.
    Laporan ini menyediakan informasi tentang aktiva, kewajiban dan ekuitas bersih suatu organisasi. 
  2. Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan
    Laporan ini berisi informasi pendapatan dan beban sehubungan dengan aktivitas organisasi nirlaba selama periode tertentu, pengaruh transaksi atau peristiwa lain terhadap jumlah dan sifat aktiva bersih. 
  3. Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan
    Laporan ini berisi data penerimaan dan pengeluaran kas organisasi nirlaba selama periode tertentu.
  4. Catatan atas laporan keuangan
    Laporan ini berisi penjelasan yang lebih terperinci atas laporan keuangan organisasi nirlaba.


3 Alasan Akuntansi Publik Utamakan Non-profit

Telah dijabarkan penjelasan mengenai pengertian akuntansi publik dan organisasi nirlaba, berikut 3 alasan akuntansi publik utamakan lembaga non-profit, diantaranya:

  1. Sebagai bentuk tanggung jawab penggunaan dana terhadap para donatur sebagai alat kontrol terhadap efektivitas operasional lembaga non-profit. Organisasi nirlaba di Indonesia saat ini masih cenderung menekankan pada penganggaran. Penganggaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan organisasi nirlaba, khususnya perencanaan program dan kegiatan jangka pendek maupun jangka menengah berupa program kerja tahunan. Program tersebut yang akan dilakukan untuk mendukung tujuan strategis organisasi dan dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan dana.  

  2. Sebagai bentuk tanggung jawab pelaporan keuangan yang dihasilkan dari informasi akuntansi suatu organisasi nirlaba. Model pelaporan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia diterapkan untuk pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Model pelaporan keuangan yang dilihat dari bentuk dan penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba. Diantaranya adalah:

  • Laporan keuangan organisasi nirlaba tidak terikat oleh aturan dan kriteria kecurangan
  • Laporan keuangan organisasi nirlaba tidak ditentukan oleh para pemegang saham dan kreditur.  
  • Pertanggungjawaban laporan keuangan organisasi nirlaba kepada yayasan sosial dan Lembaga Sosial Masyarkat (LSM) kepada donor, dewan pengampu serta masyarakat luas.

    3. Sebagai pertanggungjawaban dilakukan kepada para auditor publik profesional yang bekerja di perusahaan atau organisasi non-profit dengan mengelola keuangan. Organisasi nirlaba di Indonesia saat ini masih cenderung menekankan pada prioritas kualitas program dan tidak terlalu memperhatikan pentingnya sistem pengelolaan keuangan. Untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang handal dibutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup. Dalam hal pembuatan laporan keuangan, para auditor publik profesional wajib melakukan standarisasi laporan keuangan dengan mengacu pada PSAK 45. 


Demikian informasi mengenai 3 alasan akuntan publik utamakan lembaga non-profit. Semoga bermanfaat! ***

Author :

Share |