home » Aplikasi e-Faktur Terbaru
Post : 11-Oktober-2017

Aplikasi e-Faktur Terbaru

Sebagaimana diketahui pada 1 Oktober 2017, Direktur Jendral Pajak telah memperbarui aplikasi e-Faktur lama dengan versi baru yaitu dari versi 1.0.0.46 menuju versi 2.0. Aplikasi terbaru e-Faktur versi 2.0 ini tidak hanya berbasis client application, tapi kini telah menjadi aplikasi berbasis host-to-host dan web. Host-to-host dari e-Faktur versi 2.0 tersebut akan mengkoneksikan server yang digunakan oleh wajib pajak dengan server Direktur Jendral Pajak, dan koneksi antar server tersebut melalui jaringan tertutup sehingga keamanan data wajib pajak bisa terjamin. Dibandingkan dengan aplikasi sebelumnya, aplikasi host-to-host ini memiliki kapasitas yang lebih besar.

Di aspek lain,  pembaruan web based pada e-Faktur versi 2.0 ini memberi kemudahan wajib pajak dalam melakukan pengisian e-Faktur secara langsung menggunakan jaringan internet yang sudah terhubung dengan aplikasi yang sudah disediakan oleh Direktur Jendral Pajak di website resminya. Tentu saja ini merupakan langkah maju dari Dirjen Pajak dalam meningkatkan mutu pelayanan perpajakan di bidang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Apa saja fitur tambahan dalam aplikasi e-faktur versi 2.0?

Fitur tambahan dalam e-faktur versi 2.0 yaitu:

A.    Pembatalan faktur pajak yang bisa dilakukan setelah lawan transaksi menyetujuinya.
       Mekanisme pembatalannya yaitu:

  1. PKP penjual harus menunggu validasi dari lawan transaksi kecuali pembeli belum kreditkan PM atau pembeli Non-PKP
  2. Apabila pembeli sudah kreditkan PM kemudian penjual membatalkan FP keluaran, saat penjual batalkan faktur maka status FP keluaran tidak langsung berubah menjadi BATAL (nanti ada keterangan bahwa pembeli sudah kreditkan faktur)
  3. Penjual harus konfirmasi kepada pembeli agar membatalkan pajak masukannya juga. Setelah pembeli berhasil membatalkan faktur pajak masukan, maka penjual dapat memperbarui tampilan e-fakturnya agar FP keluaran berubah status menjadi BATAL.
  4. Namun apabila pembeli belum kreditkan FP masukan, maka saat penjual batalkan faktur status FP keluaran langsung berubah menjadi Batal, tanpa melakukan konfirmasi kepada pembeli. Selanjutnya jika pembeli mengupload faktur pajak masukan tersebut, status approvalnya akan Sukses tetapi status fakturnya otomatis berubah menjadi batal. Kalau versi sebelumnya status approvalnya reject karena penjual sudah batalkan faktur.

B.    Pembatalan Retur Faktur Pajak;
C.    Peringatan pada saat nilai transaksi yang direkam melebihi Rp1.000.000.000,00;
D.    Notifikasi untuk mencantumkan nomor induk kependudukan pada kolom referensi apabila
        saat merekam transaksi ternyata lawan transaksi tidak memiliki NPWP
  1. Apabila penjual mengisi NPWP pembeli dengan angka 00.000.000-000.000 di faktur pajak keluaran, maka saat klik SIMPAN akan dihimbau untuk mengisi NIK
  2. Sifatnya tidak wajib karena belum ada peraturan yang mengharuskan mengisi NIK pembeli
  3. Penjual bisa menambahkan NIK pembeli di kolom Referensi Faktur, karena belum ada kolom khusus
E.    Perbaikan bugs pada saat cetak nota retur;
F.     Penambahan Cap PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 96 TAHUN 2015
G.    Penambahan Cap PPN DIBEBASKAN SESUAI PP NOMOR 74 TAHUN 2015 ;
H.    Penambahan Cap PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 106 TAHUN 2015


Author : Russell Bedford SBR

Share |