home » Kombinasi Bisnis (Business Combination)
Post : 27-Oktober-2017

Kombinasi Bisnis (Business Combination)

Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi dimana sebuah pihak memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. PSAK 22 mengatur transaksi kombinasi bisnis dengan tujuan untuk meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding dari informasi yang disampaikan perusahaan mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya dalam laporan keuangan. 

Dalam proses kombinasi bisnis, PSAK 22 mengatur kedua atau lebih pihak yang menggabungkan diri untuk memenuhi empat syarat, yaitu (1) pengidentifikasian pihak pengakuisisi; (2) penentuan tanggal akuisisi; (3) pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali di pihak diakuisisi; dan (4) pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon. Dibawah ini adalah pembedahan lebih mendalam mengenai keempat syarat diatas.

(1) pengidentifikasian pihak pengakuisisi
Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari perusahaan yang bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi, yaitu perusahaan yang memperoleh pengendalian atas perusahaan lain,yang disebut sebagai pihak diakuisisi. Pedoman untuk mengidentifikasi pihak pengakuisisi dapat menggunakan pedoman PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian.
(2) penentuan tanggal akuisisi
Pihak pengakuisisi mengidentifikasi tanggal akuisisi dengan memeprtimbangan seluruh fakta dan keadaan terkait. Tanggal akuisisi umumnya adalah tanggal pihak pengakuisisi memberikan pembayaran (atau imbalan lain serupa), memperoleh aset, dan mengambil alih liabilitas pihak diakuisisi. Hal tersebut pada umumnya jatuh di tanggal penutupan periode akuntansi.
(3) pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali di pihak diakuisisi
Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali pihak diakuisisi. Ada kemungkinan suatu aset dan liabilitas yang diakui oleh pihak pengakuisisi sebelumnya tidak diakui oleh pihak diakuisisi di dalam laporan keuangannya. Sebagai contoh, pihak pengakuisisi mengakui merek, paten, dan data hubungan pelanggan sebagai aset takberwujud yang diperoleh. Pihak diakuisisi tidak mengakui aset tersebut dalam laporan keuangannya, karena pihak diakuisisi mengembangkannya secara internal dan memperlakukan biaya terkait sebagai beban. (Lihat PSAK 19: Aset Takberwujud terkait pengakuan aset takberwujud yang diperoleh secara internal).
 (4) pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.
Goodwill masuk ke dalam kelompok aktiva tetap takberwujud dan hanya akan muncul apabila perusahaan melakukan kombinasi bisnis. Saat pihak pengakuisisi membayar lebih besar dari kekayaan bersih pihak diakuisisi, kelebihan tersebut bisa diidentifikasi sebagai goodwill. sebagai contoh:
PT. ABC memutuskan untuk melakukan kombinasi bisnis dengan PT. XYZ dengan akuisisi senilai Rp6.000.000 secara tunai. Sebelum pembelian dilakukan, neraca PT. XYZ adalah sebagai berikut:
Aset lancer                                  1.000.000
Aset tetap                                    5.000.000
Aset Lain-lain                                  750.000
Total Aset                                    6.750.000
   
Liabilitas   
Hutang jangka pendek                     250.000
Hutang jangka panjang                    750.000
    Total Liabilitas                          1.000.000
   
Ekuitas   
Modal                                           2.000.000
Laba ditahan                                 2.250.000
Laba tahun berjalan                       1.500.000
     Total Ekuitas                           5.750.000
Total Liabilitas Dan Ekui             6.750.000


Jumlah aset neto PT. XYZ adalah Rp5.750.000 diperoleh dari total aset dikurangi total liabilitas. PSAK 19 mengatur pengukuran goodwill dengan menghitung selisish antara harga beli (atau imbalan lain) dengan nilai kekayaan bersih (aset neto). Maka besarnya goodwill dapat kita tentukan:

Goodwill = Harga Beli - Aset Neto

Goodwill = Rp6.000.000 - Rp5.750.000
Goodwill = Rp250.000
Kadang kala, pihak pengakuisisi melakukan pembelian dengan diskon. Pembelian dengan diskon dapat terjadi karena pihak penjual melakukannya karena paksaan. Sebelum mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih telah diidentifikasi dengan tepat. Selanjutnya pihak pengakuisisi menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang dipersyaratkan PSAK. Pembelian dengan diskon dapat mempengaruhi pengakuan keuntungan atau perubahan jumlah keuntungan yang diakui.

Pihak pengakuisisi dapat melakukan kombinai bisnis secara bertahap, yang menyebabkan pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian pada sebelum tanggal akusisi. Sebagai contoh, PT. ABC memiliki 35% pengendalian PT. XYZ. Lalu tahun berikutnya PT. ABC membeli tambahan 40% pengendalian PT. XYZ. Dengan memiliki 75% kepemilikan PT. ABC sudah dapat di kategorikan mengakuisisi PT. XYZ.

Biaya yang dikeluarkan pihak pengakuisisi dalam rangka kombinasi bisnis mencakup fee makelar, advis, hukum, akuntansi, penilaian, atau konsultasi lainnya. Pihak pengakuisisi mencatat biaya terkait akuisisi sebagai beban pada saat terjadinya transaksi***

Author : Russell Bedford SBR

Share |