home » PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
Post : 15-Maret-2017

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PSAK No. 1 Tahun 2013


Oleh:
Tim Konsultan Pajak Russell Bedford SBR



Sebuah perusahaan penting untuk mencatatkan aktivitas keuangan mereka dalam bentuk laporan keuangan yang terstruktur dan mudah dipahami oleh pihak yang membutuhkan. Laporan keuangan adalah catatan data aktivitas keuangan perusahaan selama kurun waktu tertentu. Data yang dicatat meliputi aset, liabilitas (utang), ekuitas (modal), pendapatan dan pengeluaran, kerugian atau keuntungan, serta arus kas yang dialami perusahaan selama periode tertentu.

Terdapat lima komponen di dalam satu set lengkap laporan keuangan, yaitu, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas. Juga perlu ditambahkan Catatan Atas Laporan Keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelas lainnya yang mempermudah pemahaman pengguna laporan keuangan. Disajikan juga informasi komparatif sebagai pembanding.

Agar laporan keuangan dapat tersusun dengan jelas dan terstruktur, maka dalam proses penyusunannya perlu mengikuti dasar-dasar penyusunan laporan keuangan yang dimuat dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bagian 1. PSAK 1 menyebutkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan, bagaimana struktur laporan keuangan disusun, dan apa saja isi yang terkandung di dalam laporan keuangan.

Karakteristik yang dimiliki oleh laporan keuangan menurut PSAK 1 antara lain,
  1. Laporan keuangan disajikan secara wajar dan mematuhi ketentuan SAK;
  2. Adanya penilaian tentang kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha;
  3. Menggunakan dasar akrual , kecuali untuk pelaporan arus kas;
  4. Transaksi diklasifikasikan menurut sifat dan fungsinya;
  5. Tidak diperkenankan menghapus ataupun menggabungkan jumlah transaksi yang dialami diluar dari yang dinyatakan PSAK;
  6. Dilaporkan setidaknya secara tahunan;
  7. Disajikan dengan laporan keuangan periode sebelumnya sebagai pembanding; dan
  8. Disajikan secara konsisten. Konsisten dalam penggunaan metode akuntansi maupun konsisten dalam pengklasifikasian aktivitas keuangan.
   
Lima komponen laporan keuangan yang diatur dalam PSAK 1 adalah:

1.    Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan dapat mencerminkan performa perusahaan, apakah perusahaan dapat membayar hutangnya tepat waktu, bagaimana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan modal untuk kelangsungan operasionalnya, dan bagaimana kemampuan perusahaan dalam mendistribusikan kas dalam bentuk dividen kepada pemegang saham.

Tiga elemen yang terkandung di dalam laporan posisi keuangan adalah:

  1. Aset: sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diperkirakan dapat menghasilkan manfaat ekonomi di masa mendatang (misal: kas, inventori, gedung, mesin, dll)
  2. Liabilitas: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan menggunakan aset (utang, pelayanan, dll)
  3. Ekuitas: modal perusahaan dalam artian, sisa aset perusahaan jika sudah dikurangi kewajiban-kewajibannya.

2.    Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain

Laporan Laba Rugi memperlihatkan keuntungan atau kerugian yang dialami perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Laporan ini  berguna untuk memprediksi profitabilitas perusahaan di masa mendatang.

Dua elemen yang ada di dalam Laporan Laba Rugi adalah:
  1. Pemasukan: apa yang dihasilkan oleh perusahaan selama periode tertentu (misal: penjualan, penerimaan dividen, dll)
  2. Pengeluaran: apa yang dikeluarkan perusahaan selama periode tertentu(misal: gaji karywan, depresiasi, sewa gedung, dll)
Untuk elemen penghasilan komprehensif lain dapat disajikan terpisah ataupun digabung di dalam laporan laba rugi. Di dalam komponen ini terdapat total penghasilan dikurangi beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui di dalam laba rugi.

3.    Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menunjukkan perubahan yang timbul dari total laba rugi dan pendapatan komprehensif selama periode tertentu. Perubahan ekuitas antara awal periode dan akhir periode mencerminkan naik turunnya aset neto yang dimiliki perusahaan selama periode tersebut. Perusahaan juga perlu menyajikan jumlah dividen yang diatribusikan kepada pemilik serta nilai dividen per saham yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.


4.    Laporan Arus Kas

Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, serta kebutuhan perusahaan dalam menggunakan arus kas tersebut untuk keperluan operasional bisnis. (Selanjutnya akan dijelaskan dalam PSAK 2).


5.    Catatan Atas Laporan Keuangan

Komponen ini menyatakan informasi dasar penyusunan laporan keuangan. Dasar pengukuran yang dipakai, kebijakan akuntansi yang diterapkan dan informasi lainnya yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut berguna untuk memahami laporan keuangan***



Author : Russell Bedford SBR

Share |