home » PPh atas Dividen
Post : 12-Maret-2018

PPh atas Dividen

Dividen adalah laba usaha yang berhak diterima oleh para pemegang saham. Dividen merupakan salah satu objek pajak. Pajak dividen adalah pajak yang dipungut dari pembagian laba kepada pemegang saham.

Adapun PPh atas deviden terdiri dari:

1.    PPh Pasal 23

Wajib Pajak Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang memperoleh penghasilan dari Dividen, maka akan dipotong PPh pasal 23 sebesar 15% dari penghasilan bruto.

2.    PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Wajib Pajak Dalam Negeri yang memperoleh penghasilan dari Dividen, maka akan dipotong PPh pasal 4 ayat (2) sebesar 10 % dari penghasilan bruto.

3.    PPh Pasal 26

Wajib Pajak Luar Negeri yang memperoleh penghasilan berupa Dividen yang berasal dari Indonesia dipungut PPh Pasal 26 sebesar 20% dari penghasilan bruto atau sesuai tarif yang diatur dalam Perjanjian Pajak Berganda dengan Negara dari WP luar negeri, sepanjang WPLN tersebut dapat menunjukan Certificate of Domicile (CoD).

Dividen Yang Tidak Termasuk Dalam Objek Pajak

Terhadap deviden yang diterima oleh WP dalam negeri, koperasi, BUMN/D dan penyertaan pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia adalah tidak menjadi objek PPh, sepanjang memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Dividen berasal dari laba yang ditahan,

2. Bagi Perseroan, BUMN/D yang menerima dividen yang kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor***

Author :

Share |