home » Tantangan Akuntansi Sektor Publik di Indonesia
Post : 27-November-2018

Tantangan Akuntansi Sektor Publik di Indonesia

Saat ini pesatnya kemajuan dalam teknologi digital telah membawa dunia ke revolusi industri 4.0 yang menyebar ke seluruh Indonesia. Kemajuan teknologi ini memunculkan berbagai tantangan profesi akuntan publik menuju tahun 2020. Tantangan tersebut berkaitan dengan ruang lingkup akuntansi sektor publik di Indonesia melalui sistem laporan keuangan perusahaan yang berkiblat pada International Financial Reporting Standards (IFRS) yang telah berlaku sejak Januari 2012.

Artikel ini mengulas tentang beberapa contoh tantangan akuntansi sektor publik di Indonesia yang dihadapi oleh para akuntan publik. Yuk, baca hingga tuntas!

Contoh Tantangan Akuntansi Sektor Publik 

Tantangan akuntansi sektor publik dibagi menjad 2 jenis tantangan, yaitu:

1. Tantangan yang berasal dari dalam profesi akuntan publik, diantaranya: 

a) Banyaknya standar-standar baru yang harus diterapkan harus sejalan dengan konvergensi standar IFRS dan International Standard Auditing (ISA) serta pronouncement lain yang diterbitkan International Federation of Accountants (IFAC). Dengan adanya standar tersebut, organisasi seperti Ikatan Akuntan Indonesia terus-menerus dalam melakukan adopsi atas standar tersebut, melakukan  pendidikan  kepada  akuntan serta  melakukan sosialisasi kepada masyarakat, perguruan tinggi dan industri. 

b) Akuntan publik diharapkan memiliki kompetensi keahlian yang didukung dengan sertifikasi profesional akuntan yang akan memberikan nilai tambah bagi pemegangnya. Ada 3 jenis sertifikasi profesi yang harus diperoleh adalah Certified Public Accountant (CPA), Certified PSAK (CPSAK) dan Certified International Financial Reporting Standards (CIFRS). Dengan adanya sertifikasi profesional ini diharapkan akan meningkatkan daya saing. 

c) Auditor publik harus selalu berpikir kreatif, inovatif dan lebih berorientasi pada pemecahan masalah. Untuk menjadi problem solver, auditor publik membutuhkan pengalaman bertahun-tahun dalam melakukan audit untuk berbagai fungsi / unit kerja suatu perusahaan. 

d) Auditor publik dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan para stakeholders dengan mengikuti dan menerapkan tata kelola yang baik (governance) dan mematuhi standar perilaku atau kode etis profesi akuntan. 


2. Tantangan yang berasal dari luar profesi akuntan publik, diantaranya: 

a) Meningkatnya tuntutan pemerintahan dari pihak pemakai jasa akuntan, terutama membuat peraturan untuk profesi akuntan publik. Peraturan tersebut berisi pembatasan rangkap jabatan dan pemberian jasa, aturan kualitas pengendalian (quality control) dan independensi.

b) Ketatnya regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah mengikuti peraturan untuk profesi akuntan publik. 

c) Rendahnya kepercayaan pemerintah terhadap akuntan publik yang merencanakan laporan audit diakui untuk masa yang akan datang sebagai dasar perhitungan pajak oleh Dirjen Pajak. 

d) Munculnya kecerdasan buatan dan big data sebagai tanda kemajuan teknologi digital yang akan memperkecil jumlah akuntan publik. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, jumlah akuntan publik baru adalah 1100 orang dan jumlah KAP baru sebesar 400 kantor. Tentunya jumlah ini sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah perusahaan sebanyak 16.000 dan penduduk Indonesia sebanyak 240 juta jiwa.

Cara Mengatasi Tantangan Akuntansi Sektor Publik

Untuk mengatasi tantangan tersebut, berikut 5 hal yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi peningkatan kualitas akuntansi sektor publik, diantaranya: 

1. Menambah jumlah akuntan publik

Pemerintah perlu memperhatikan dan mengusahakan pendidikan dan pelatihan (training) bagi para akuntan publik, menambah jumlah akuntan publik secara berkelanjutan demi menjaga sistem akuntansi yang ditetapkan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan perlu disesuaikan dengan perkembangan sistem akuntansi sektor publik, termasuk bagaimana meningkatkan kemampuan para akuntan yang sudah bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) dan perubahan standar akuntasi dan pemeriksaan keuangan. 

2. Menerapkan aturan akuntansi yang sesuai dengan Undang-undang yang disahkan, khususnya bagi perusahaan publik dan perusahaan yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

3. Melakukan pengawasan implementasi aturan standar akuntansi sektor publik

4. Menggalakkan riset mengenai sektor akuntansi publik melalui literasi yang berkaitan dengan pengembangan dan penelitian di bidang akuntansi sektor publik. 

5. Menggalakkan penyelenggaraan ujian sertifikasi ahli akuntansi pemerintahan yang dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  

Peluang untuk Akuntansi Sektor Publik

Dari 6 tantangan tersebut, munculnya peluang yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi para akuntan yang bekerja di bidang akuntansi sektor publik. Berikut adalah 3 peluang tersebut yang harus diperoleh diantaranya:

1. Standar akuntansi internasional yang akan meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Untuk meningkatkan iklim investasi, para akuntan bisa menyelaraskan standar audit dan pelaporan finansial Indonesia dengan standar audit internasional. Hal ini membawa kepada para investor asing untuk memperoleh laporan keuangan yang lebih kokoh dari perusahaan-perusahaan Indonesia. 

2. Penerapan kode dan standar pelaporan keuangan akuntansi internasional yang tidak hanya akan memperkuat arsiketur finansial Indonesia, tetapi juga meningkatkan infrastruktur audit dan akuntasi, seperti pembaruan kerangka kebijakan dan penyelarasan sepenuhnya dengan standar audit dan akuntansi internasional.

3. Dengan adanya standar akuntansi internasional, para auditor publik akan membangun kapasitas Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan Institut Akuntan Publik Indonesia, praktik audit skala kecil dan menengah serta otoritas terkait dalam meninjau laporan keuangan.

Rekomendasi tersebut dapat digunakan oleh para akuntan publik untuk menyiapkan suatu rencana aksi negara Indonesia yang komprehensif yang bertujuan untuk memperkuat kerangka kelembagaan audit dan akuntansi, khususnya akuntansi sektor publik***


Author :

Share |